SINRAPAGINEWS.COM, JAKARTA — Ajang pencarian bakat The Icon Indonesia kian memanas setelah babak “The Duel Top 16” menghadirkan persaingan ketat antar kontestan. Penampilan peserta dari Grup A dan Grup B pada 27–28 April 2026 tidak hanya menyuguhkan kualitas vokal yang meningkat, tetapi juga memunculkan prediksi baru dari para juri menjelang babak Top 14.
Grup A membuka kompetisi dengan duel antara Felirenza (Bandung) dan Vedra (Batam) yang membawakan lagu “Rembulan” milik Krisdayanti. Penampilan keduanya berhasil meraih tiga standing ovation dari Isyana Sarasvati, Uan Kaisar, dan Adrian Khalif. Isyana menilai eksplorasi musikal yang ditampilkan menjadi kekuatan utama dalam penampilan tersebut.
Duel berikutnya antara Aisyah (Jakarta) dan Elsa (Mamasa) juga menuai apresiasi tinggi. Membawakan lagu “Cinta”, keduanya memperoleh tiga standing ovation dari Isyana, Uan Kaisar, dan Ahmad Dhani. Dhani menyebut penampilan itu “hampir sempurna” dari sisi aransemen hingga vokal.
Namun, tidak semua penampilan mendapat respons seragam. Saat Alvian (Sumba) berhadapan dengan Sulthan (Purworejo) melalui lagu “Menghujam Jantungku” milik Tompi, pujian dari juri terkait teknik scat singing berbanding kontras dengan kritik Ahmad Dhani yang menilai penampilan tersebut kurang menarik.
Memasuki hari kedua, Grup B menghadirkan momen paling mencuri perhatian lewat duel Felicia (Tangerang) dan Queen (Ambon). Membawakan lagu “Tak Ingin Usai” milik Keisya Levronka, keduanya sukses meraih standing ovation dari seluruh juri. Titi DJ menyebut keduanya tampil seimbang dan saling melengkapi, sementara Ahmad Dhani memprediksi Felicia berpotensi masuk dua besar dan Queen ke tiga besar.
Penampilan Grup B semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu internasional Sienna Spiro yang membawakan lagu “Die On This Hill” dan “The Visitor”. Kehadirannya menambah warna dalam kompetisi yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, duel antara Diva (Semarang) dan Silvia (Bandung) melalui lagu “Harus Bahagia” milik Yura Yunita juga mendapat dua standing ovation dari Titi DJ dan Ardhito Pramono. Silvia bahkan mendapat catatan teknis terkait penggunaan mikrofon dari Ardhito Pramono.
Setelah seluruh penampilan, dewan juri menentukan peserta yang masuk zona merah. Dari Grup A, Kayla (Malang), Sulthan (Purworejo), dan Felirenza (Bandung) terancam eliminasi. Juri akhirnya menyelamatkan Felirenza dan Kayla. Sementara dari Grup B, Radit (Bandung) dan Fia (Makassar) berada di posisi rawan, dengan Fia berhasil lolos ke babak berikutnya.
Dengan hasil tersebut, Sulthan dan Radit harus menghentikan langkahnya. Kompetisi kini menyisakan 14 peserta yang akan melanjutkan perjuangan di babak “The Final Top 14”.
Babak selanjutnya dijadwalkan tayang pada 4 Mei 2026, dengan tambahan mekanisme Virtual Gift yang memungkinkan satu peserta di zona merah terselamatkan. Program ini disiarkan langsung oleh SCTV setiap Senin pukul 21.15 WIB.
Daftar 14 Besar “The Icon Indonesia”
- Aisyah (Jakarta)
- Alvian (Sumba)
- Diva (Semarang)
- Elsa (Mamasa)
- Felicia (Tangerang)
- Felirenza (Bandung)
- Fia (Makassar)
- Gerald (Ambon)
- Glenn (Deli Serdang)
- Kayla (Malang)
- Queen (Ambon)
- Sheera (Bali)
- Silvia (Bandung)
- Vedra (Batam)
Dengan persaingan yang semakin ketat dan kualitas penampilan yang terus meningkat, babak Top 14 diperkirakan akan menjadi penentu lahirnya ikon baru di industri musik pop Indonesia.






