SINARPAGINEWS.COM, CURUP – Berdalih tidak ada dana untuk pembuatan Surat Pertanggungjawaban ( SPj), dugaan pungutan liar ( Pungli) dana optimasi lahan non rawa Rp 4,9 Milar menguap. Infonya, masing- masing kelompok tani ( Poktan) penerima bantuan diminta uang Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.
” Jujur pak kami baru diminta untuk buat SPj Rp 1,5 juta. Kan kami dapat bantuan kecil,” ujar Ketua Poktan tak mau disebut nama kepada wartawan dua hari lalu.
Hal senada diungkapkan Ketua Poktan di Kecamatan Curup Selatan. Dia sudah diminta uang untuk buat SPj Rp 2 juta.
” Kami kan petani pak. Mana ngerti buat SPJ .Dio tu la yang buat kami bayar Rp 2 juta,” ujarnya.
Soal fee dia mengaku belum memberi. Sebab masih ada dana yang belumcair. ” Info Ado untuk fee tapi Lum kami kasih. Keceknyo ada 10 persen,” demikian sumber.
Konfirmasi Kabid P2P Distankan Rejang Lebong Aryanto membenarkan permintaan uang untuk pembuatan SPJ tersebut. ” Kan dana untuk ATK dan pengiriman SPJ ke Palembang Idak Ado. Ya kita minta bantuan ke penerima. Sukarela, kalu Dio bisa buat SPJ dewek Yo silakan,” kata Aryanto.
Berdasarkan data terhimpun 2026 sebanyak 51 Poktan di Rejang Lebong mendapat bantuan dana Oplah sekitar Rp 4,9 miliar. Tiap Poktan menerima besaran bantuan bebeda mulai dari Rp 45 juta hingga Rp 200 juta lebih untuk pembuatan irigasi. (Ish)








