Cut Tari Tak Kaget Wajah Cinta Tembus 100 Episode, Akui Soliditas Pemain Jadi Kunci

JAKARTA – Cut Tari tak terkejut sinetron Wajah Cinta yang Lain (WCYL) berhasil menembus 100 episode di SCTV. Menurut dia, pencapaian tersebut tidak lepas dari kekuatan cerita serta kualitas akting para pemain yang mampu menjaga daya tarik sinetron di mata penonton.

Tari menilai, WCYL memiliki kombinasi yang membuat penonton tidak mudah bosan. Selain diperkuat deretan aktor berbakat, alur ceritanya juga dinilai terus berkembang.

“Wah, project bagus banget. Terus bintangnya juga keren, nggak monoton juga ceritanya,” ujar Cut Tari dalam wawancara virtual bersama pemain WCYL, Andri Mashadi dan Dinda Kirana, Kamis (21/10/2026).

Di balik keberhasilan sinetron tersebut, Cut Tari justru menikmati tantangan memerankan Tamara, karakter antagonis yang kerap memancing kemarahan penonton.

Ia mengaku sudah terbiasa menerima komentar pedas di media sosial, terutama dari penggemar Ariana yang diperankan Dinda Kirana dan Davin yang dimainkan Oka Antara.

“Kalau misalnya sama penggemarnya Ariana sama Davin, mereka benar-benar komentarnya luar biasa sih,” kata ibu satu anak tersebut.

Bagi Cut Tari, respons negatif dari penonton terhadap karakter Tamara justru menjadi bagian dari dinamika memerankan tokoh antagonis. Artinya, karakter yang dibawakannya mampu memancing emosi penonton.

Di luar urusan akting, Cut Tari juga mengungkapkan bahwa suasana kerja di lokasi syuting WCYL terasa menyenangkan. Kedekatan antarpemain tidak hanya terbangun ketika kamera menyala, tetapi juga di sela-sela waktu istirahat.

Menurut dia, kekompakan tersebut membuat proses produksi berjalan lebih nyaman. Para pemain bahkan kerap menghabiskan waktu bersama dengan makan dan bercanda.

“Jujur project ini pemain-pemainnya solid banget. Kita kompak bukan secara kerja samanya aja, tapi pas break kita juga makan bareng. Ada pertemanan di project ini,” tuturnya.

Perempuan keturunan Aceh itu juga mengaku terhibur dengan karakter para pemain muda WCYL. Ia menyebut Dinda Kirana sebagai salah satu sosok yang menyenangkan di lokasi syuting.

“Dinda deh mukanya kalem, tapi orangnya juga kocak. Makanya kita kalau take suka ketawa-ketawa. Cuma aku yang orangnya serius, jadi aku cukup terhibur sama mereka,” ujarnya.

Keterlibatan Cut Tari dalam WCYL sekaligus menjadi penanda kembalinya dia ke rutinitas sinetron stripping setelah sekitar enam tahun vakum. Setelah menikah dengan aktor Richard Kevin, Cut Tari mengaku lebih banyak mencurahkan perhatian untuk keluarga.

Keputusannya menerima tawaran bermain di WCYL bukan tanpa pertimbangan. Ia memastikan jadwal produksi tetap memungkinkan dirinya menjalankan peran sebagai istri sekaligus ibu bagi anak semata wayangnya.

Baginya, pengaturan waktu menjadi faktor penting agar pekerjaan tidak mengorbankan kehidupan keluarga. Jadwal syuting yang dinilai masih bersahabat membuatnya nyaman menjalani proyek tersebut.

“Aku yang paling penting jamnya juga sehat, pulangnya, perginya. Jadi masih ada waktu sama suami, anak, jadi bikin aku nggak kapok sih,” ucapnya.

Cut Tari berharap pencapaian 100 episode bukan menjadi titik akhir perjalanan WCYL. Ia ingin sinetron tersebut terus berlanjut hingga ratusan episode, sekaligus mempertahankan dukungan para penggemarnya.

“Semoga bisa panjang, panjangnya ratusan episode dan kalian semua fans-fansnya solid, se-solid pemain di sini,” kata Cut Tari.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *