SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Ajang pencarian bakat dangdut terbesar di Indonesia, Dangdut Academy (D’Academy) 7, resmi dimulai. Setelah vakum selama satu tahun, musim ketujuh ini hadir dengan kemasan yang lebih megah dan modern, termasuk sentuhan era digital serta penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam sistem penjurian.
“Kita sempat off satu tahun, bukan karena berhenti, tetapi karena menunggu momen yang tepat dan talent-talent terbaik. Dan hari ini kami membuktikan, hasil audisi luar biasa,” ujar Harsiwi Achmad, Direktur Programming SCM, dalam konferensi pers peluncuran D’Academy 7.
Sejak penayangan audisi dimulai, antusiasme pemirsa sangat tinggi. Bahkan, ratingnya mulai menyaingi tayangan sinetron prime time.

Indosiar disebut benar-benar membawa dangdut ke level yang lebih tinggi dengan tampilan panggung dan grafis visual yang sekelas ajang internasional seperti American Idol atau Eurovision. Tata cahaya, kostum, dan konsep penampilan disiapkan dengan sangat detail.
Penampilan peserta juga menjadi perhatian tersendiri. Transformasi penampilan mereka membuat para kontestan tampil bak bintang K-Pop. Beberapa peserta bahkan disebut memiliki wajah dan gaya seperti idola Korea. Contoh transformasi Rara dan Fildan dijadikan bukti keseriusan manajemen dalam membentuk citra artis dangdut masa kini.
Dari sisi musikalitas, aransemen musik yang disajikan kini jauh lebih megah. Hal ini merupakan hasil kerja sama antara Cekgu Adibal dan tim The Band, yang berhasil memadukan unsur musik dangdut dengan berbagai genre lain seperti jazz, pop, dan orkestra.
Suara dan karakter peserta tetap menjadi kekuatan utama. Peserta-peserta baru tidak hanya memiliki vokal yang kuat, tapi juga pembawaan yang unik dan menarik. “Anak-anak yang ikut ini lucu-lucu dan suaranya bagus-bagus banget. Mereka punya potensi menjadi hero baru di industri musik Indonesia,” kata Harsiwi.
Lebih dari sekadar ajang hiburan, D’Academy juga dianggap sebagai wadah transformasi sosial. Banyak peserta yang awalnya tidak dikenal, kini berubah menjadi idola dan panutan. Dari segi popularitas hingga ekonomi, perubahan peserta begitu signifikan. Follower media sosial mereka melonjak tajam begitu tampil di ajang ini.
Program ini juga menghadirkan inovasi digital yang lebih interaktif, seperti segmen Komet DA7 (Komentar Netizen) bersama Wawan ‘Teamlo’, Sosmed Meter, serta DIGODA (Digoyang DA) yang menyuguhkan hiburan tambahan dan interaksi dengan pemirsa.
Tak kalah menarik, D’Academy 7 memperkenalkan juri virtual berbasis AI bernama Cinta, yang memberikan penilaian secara objektif dan berbasis data, serta akan melengkapi komentar dari dewan juri utama.
Tahun ini, kursi juri D’Academy 7 dihuni oleh nama-nama besar lintas generasi seperti Soimah, Lesti Kejora, Dewi Perssik, Wika Salim, Rita Sugiarto, Elvy Sukaesih, dan Iyeth Bustami. Sementara itu, untuk pertama kalinya bintang-bintang jebolan ajang D’Academy seperti Fildan, Selfi Yamma, dan Melly Lee dipercaya menjadi D’Coach, yang akan membimbing para peserta hingga ke panggung final.
Di sisi pembawa acara, Rizky Billar kembali mencuri perhatian sebagai host utama, didampingi oleh nama-nama kondang seperti Rina Nose, Ramzi, Gilang Dirga, Jirayut, dan Eko Patrio. Dalam wawancaranya, Billar mengaku banyak berdiskusi dengan sang istri, Lesti Kejora, untuk memahami format acara dan menyatu dengan atmosfer kompetisi. Ia juga menilai bahwa kualitas peserta tahun ini sangat kompetitif, dengan bakat tak hanya dalam vokal, tapi juga dance dan seni bela diri.
Di kesempatan yang sama, Dewi Persik juga menyampaikan optimismenya. Sebagai juri, ia berharap para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di panggung D’Academy 7. “Ingat, di luar sana ada jutaan anak muda yang ingin berada di posisi kalian. Jangan sia-siakan,” tegasnya.
D’Academy 7 akan terus berlanjut hingga babak Grand Final, dengan format eliminasi yang melibatkan penilaian juri serta partisipasi aktif dari pemirsa di rumah. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga gerakan budaya, di mana dangdut sebagai identitas musik Indonesia terus berkembang dan bertransformasi di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi hiburan. (rul)






