SINARPAGINEWS.COM, KAB.GARUT — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Gedung Pemerintah Kabupaten Garut, Senin (7/7), dalam aksi demonstrasi menuntut percepatan reformasi birokrasi. Aksi damai yang digelar Koalisi Masyarakat Garut Menggugat (KMGM) ini menyuarakan belasan poin tuntutan terhadap pemerintah daerah, termasuk desakan atas transparansi anggaran, perbaikan sistem pendidikan, hingga penghentian praktik birokrasi tertutup.
Koordinator KMGM, Dera Hermana, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi secara damai dan tertib dalam menyuarakan aspirasi.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kesadaran politik masyarakat Garut yang telah bersama-sama menunjukkan bahwa suara rakyat adalah kekuatan utama dalam mendorong perubahan,” ujar Dera dalam keterangan resminya, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan bahwa masyarakat tidak lagi sekadar menjadi objek kebijakan, melainkan telah bangkit menjadi subjek yang aktif dalam proses demokrasi lokal. Ia juga menilai, kehadiran berbagai elemen seperti mahasiswa, pemuda, guru, petani, hingga tokoh agama menunjukkan tingginya kesadaran kolektif atas pentingnya tata kelola pemerintahan yang adil dan transparan.
“Aksi ini bukan sekadar momentum protes, tapi sebuah simbol bahwa rakyat Garut tidak lagi bisa ditinggalkan. Mereka siap mengawal perubahan dengan cara yang konstitusional, terorganisir, dan damai,” kata Dera.
Reformasi Birokrasi Jadi Fokus Utama
KMGM dalam tuntutannya meminta reformasi menyeluruh terhadap birokrasi Pemkab Garut. Di antara isu utama yang disorot adalah Dinas Pendidikan, yang dinilai menjadi pusat persoalan tata kelola dan sumber berbagai keluhan publik. KMGM juga mendesak agar Bupati Garut membuka ruang dialog publik secara resmi untuk menampung aspirasi dan masukan masyarakat.
“Kami menyerukan agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan telinga. Justru inilah saatnya menunjukkan kematangan dalam merespons kritik dan aspirasi rakyat,” lanjut Dera.
Meski berlangsung dengan jumlah massa yang besar, aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai. KMGM memastikan bahwa jalannya aksi tetap dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi etika demokrasi.
Seruan untuk Konsolidasi dan Dialog
Menutup pernyataannya, Dera menyampaikan bahwa perjuangan ini belum selesai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap solid, aktif, dan konsisten dalam mengawal janji-janji pembangunan yang selama ini belum dirasakan secara merata.
“Ini awal dari gerakan panjang rakyat Garut. Kami akan terus menjaga agar demokrasi lokal tidak dikooptasi oleh kepentingan sempit dan birokrasi yang anti-transparansi,” pungkasnya.






