HASNA Rilis “Shalawat Badar”, Proyek Musik Religi Alumni SMA 3 Teladan Lintas Generasi

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Grup religi lintas generasi HASNA merilis single terbaru berjudul Shalawat Badar pada Jumat, 30 Januari 2026. Grup ini digawangi enam alumni SMA 3 Teladan Jakarta lintas angkatan, yakni Natasha Pramudita, Iranty Purnamasari, Inez Yuana, Vinny Alvionita, Nana Tamam, dan Evo Meirita, yang berkomitmen menghadirkan karya musik bernuansa spiritual bagi masyarakat luas.

“Single Shalawat Badar bukan hanya sebuah lagu, tapi doa. Kami berharap shalawat ini bisa menjadi teman ibadah, pengingat, sekaligus penyejuk hati bagi siapa pun yang mendengarkannya,” ujar personel HASNA dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. Mereka menambahkan bahwa karya ini lahir dari keinginan menghadirkan musik religi yang dekat dengan keseharian pendengar, tanpa kehilangan esensi spiritualnya.

HASNA mengusung filosofi moral dalam proyek ini, yakni “berbuat baik belum tentu benar, berbuat benar belum tentu baik; yang baik adalah berbuat benar dengan cara yang baik.” Menurut mereka, pesan tersebut menjadi refleksi nilai yang ingin dibagikan kepada publik melalui karya musik. “Kami ingin orang merenungkan makna spiritual dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya lewat ceramah, tapi juga lewat lagu yang bisa didengar kapan saja,” ujar mereka.

Keunikan Shalawat Badar versi HASNA terletak pada harmonisasi vokal lintas generasi yang dipadukan dengan pendekatan aransemen yang lebih emosional. Jika Shalawat Badar umumnya dibawakan dengan tangga nada mayor, versi HASNA justru menggunakan nuansa minor untuk menghadirkan kedalaman rasa. “Biasanya Shalawat Badar nadanya mayor, tapi versi kami minor. Meski begitu, semangatnya tetap tinggi, tetap Sholatullah Salamullah,” kata salah satu personel.

Dalam wawancara terpisah bersama awak media di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, Natasha Pramudita menjelaskan bahwa proses kreatif lagu ini lahir dari diskusi santai antaralumni. “Kami sering bertemu dan berdiskusi santai. Dari suasana sederhana itu justru muncul kejujuran rasa. Kami ingin shalawat ini terdengar dekat, tidak menggurui, tetapi mengajak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aransemen minimalis dipilih agar pesan spiritual tetap menjadi fokus utama. “Kami sengaja menjaga aransemen tetap sederhana. Harmonisasi vokal kami harapkan bisa memperkuat suasana khusyuk tanpa mengalihkan makna doa,” kata dia.

Melalui lagu ini, HASNA ingin mengajak masyarakat menenangkan hati, memperbanyak dzikir, serta menumbuhkan rasa rindu kepada Rasulullah di tengah kehidupan modern yang serba cepat. “Kami ingin lagu religi tidak hanya didengar saat Ramadan. Kapan saja, di bulan Sya’ban, Syawal, bahkan di acara pengajian atau pernikahan, orang bisa mendengarkan shalawat,” ujar mereka. Menurut HASNA, musik religi seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup reflektif masyarakat, bukan sekadar musiman.

Perilisan Shalawat Badar juga hadir di tengah tren musik religi nasional yang terus berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, karya religi tidak lagi terbatas pada momen Ramadan, tetapi semakin sering dirilis sepanjang tahun dengan pendekatan yang lebih segar dan inklusif. Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya kehadiran lagu-lagu shalawat, dzikir, dan musik bernuansa spiritual di platform digital yang dikemas dengan aransemen modern tanpa meninggalkan esensi religiusnya.

Pemilihan Shalawat Badar sebagai single perdana didasari oleh nilai historis dan spiritual yang kuat. Shalawat ini dikenal luas di kalangan umat Islam sebagai doa yang sarat makna perjuangan, keikhlasan, serta harapan akan keberkahan. HASNA juga membuka kemungkinan merilis karya religi lain yang relevan bagi generasi muda. “Ini pintu awal. Kami ingin mengeksplor hidden talent alumni dan menjadikan ini syiar yang indah untuk semua kalangan,” kata mereka.

Selain perilisan lagu, komunitas alumni SMA 3 Teladan menyiapkan rangkaian kegiatan menjelang Ramadan pada 7, 8, 14, dan 15 mendatang yang akan diisi tausiah serta dihadiri alumni lintas angkatan. Setelah Ramadan, mereka merencanakan acara buka puasa bersama yang melibatkan sekitar 300 peserta, termasuk 250 anak yatim, dan dijadwalkan dihadiri Ketua Ikatan Alumni Teladan Boy Thohir. HASNA menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperluas dampak sosial proyek musik mereka.

HASNA menilai proyek ini bukan sekadar ruang ekspresi kreatif alumni, tetapi juga bentuk kontribusi spiritual. “Kami ingin ini bukan sekadar proyek dunia, tapi juga untuk akhirat. Kita jalani dengan fun, tanpa tekanan, tapi insyaallah panjang,” ujar mereka. Dengan demikian, grup ini berharap dapat menghadirkan karya-karya religi yang membumi dan relevan bagi masyarakat urban.

Dengan perilisan ini, HASNA berharap musik religi tetap relevan dan mampu menjadi bagian dari perjalanan spiritual masyarakat Indonesia, sekaligus menghadirkan ruang refleksi di tengah kehidupan yang semakin cepat dan dinamis. Memasuki bulan suci Ramadan, Shalawat Badar diharapkan dapat menjadi pengiring ibadah, sarana memperbanyak dzikir, serta penguat suasana khusyuk bagi umat Islam dalam menjalani rangkaian ibadah puasa. Single Shalawat Badar kini telah tersedia dan dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *