HPN 2026: Sinergi PWI Kabupaten Sukabumi dalam Mewujudkan Visi Mubarakah

Oleh: Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi/SMSI Sukabumi Raya, Presidium KAHMI Sukabumi, dan Sekjen PPJNA 98

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini merupakan titik refleksi sekaligus pijakan strategis bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi untuk menegaskan kembali perannya sebagai mitra pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2025–2030, H. Asep Japar dan H. Andreas, kolaborasi antara pemerintah dan insan pers menjadi faktor penting untuk mewujudkan Visi Mubarakah—Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Tanpa dukungan ekosistem informasi yang sehat, pembangunan berisiko kehilangan arah dan kepercayaan publik.

Pers Sehat, Nadi Investasi Daerah

Tema HPN 2026 yang mengusung “Pers Sehat” sangat relevan dengan kebutuhan Kabupaten Sukabumi saat ini. Pers yang profesional dan berintegritas berperan menciptakan iklim informasi yang kondusif, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi daerah.

Informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya menjadi “nadi ekonomi” yang mengalirkan kepercayaan publik serta minat investor. Potensi besar Sukabumi—mulai dari sektor pariwisata, agrobisnis, hingga UMKM—membutuhkan dukungan publikasi yang kuat agar dikenal luas secara positif dan berkelanjutan.

Dalam konteks inilah, PWI Kabupaten Sukabumi berkomitmen mendorong terciptanya kondusivitas wilayah melalui pemberitaan yang bertanggung jawab, edukatif, dan konstruktif.

Mengawal 11 Program Prioritas Bupati

Sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, PWI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskan 11 program prioritas pemerintah daerah. Peran tersebut diwujudkan melalui tiga fungsi utama pers.

Pertama, fungsi edukasi. Pers berperan mensosialisasikan program pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi kerakyatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke pelosok daerah.

Kedua, fungsi kontrol konstruktif. Pers hadir sebagai penyeimbang dengan memberikan masukan objektif bagi pemerintah dalam proses pengambilan kebijakan. Kritik yang membangun menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan.

Ketiga, aksi nyata di bidang sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan seperti penanaman pohon dan Safari Jurnalistik di pondok pesantren, PWI menunjukkan bahwa peran pers tidak berhenti pada ruang redaksi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.

Momentum Kolaborasi di Puncak HPN

HPN 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat. PWI Kabupaten Sukabumi siap menjadi jembatan informasi yang memperkuat literasi publik sekaligus mendorong ekosistem digital yang sehat.

Pada akhirnya, kejayaan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas persnya. Pers yang sehat akan melahirkan informasi yang kuat, kepercayaan publik yang kokoh, serta arah pembangunan yang sejalan.

Dengan semangat kebersamaan, HPN 2026 menjadi pengingat bahwa kemajuan Sukabumi hanya dapat dicapai melalui sinergi ketika pers, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam visi yang sama demi keberkahan seluruh warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *