Kopling 2025″: Kolaborasi Musik Koplo dan UMKM Siap Guncang Jakarta

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA  — Kementerian Koperasi dan UKM RI resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Kopling atau Koplo Keliling, yang menggabungkan kekuatan seni musik koplo dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program kolaboratif ini digagas bersama Gajah Mada Entertainment dan diluncurkan dalam konferensi pers di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta.

Ajang ini rencananya akan digelar perdana pada 8–9 November 2025 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, dan mengusung tema “Goyang Ambyar, UMKM Bersinar”. Acara ini diharapkan menjadi panggung sinergi antara pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dalam suasana penuh semangat dan kegembiraan.

UMKM Butuh Nyali dan Kegembiraan

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM adalah sektor yang digerakkan oleh nyali, keberanian, dan kreativitas.

“Tidak mungkin seseorang memilih terjun ke sektor UMKM tanpa keberanian. Tapi UMKM juga perlu ruang kegembiraan. Inilah yang kami hadirkan lewat Kopling,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan hiburan melalui musik adalah alternatif dari cara-cara konvensional dalam mendukung UMKM, seperti pelatihan dan rapat resmi. “Lewat musik, keramaian, dan budaya populer, kita tetap bisa produktif dan berdaya,” imbuhnya.

Musik Koplo Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif

Kopling tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang bazar besar bagi lebih dari 300 UMKM lokal. Beragam produk lokal akan dipasarkan dalam zona pameran dengan promosi besar-besaran, termasuk diskon hingga 90%.

Lineup pengisi acara mencakup nama-nama besar lintas genre seperti NDX AKA, Guyon Waton, Maliq & D’Essentials, The Changcuters, For Revenge, Perunggu, dan lainnya.

Direktur Gajah Mada Entertainment, Jemmy Tyonoto, menyebut Kopling sebagai perayaan budaya sekaligus dorongan nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Koplo bukan sekadar musik untuk berjoget. Ini adalah ekspresi budaya yang bisa menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Jemmy.

Program Tahunan dan Potensi Ekonomi yang Besar

Acara Kopling diproyeksikan akan melibatkan lebih dari 25.000 pengunjung, dengan dampak ekonomi yang tidak hanya dirasakan peserta bazar, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi acara.

Deputi Bidang UKM KemenKop UKM menyebut bahwa Kopling merupakan program substitusi dari pendekatan tradisional ke arah yang lebih dekat dengan masyarakat. “Kita harus mulai mempromosikan UMKM lewat pendekatan yang lebih membumi, tidak melulu formal,” katanya.

Tak hanya berhenti di Jakarta, Kopling juga ditargetkan berlangsung di dua kota pada 2025, dan diperluas hingga delapan kota pada 2026.

Soft Launching Meriah di Sarinah

Sebagai bagian dari rangkaian menuju acara utama, panitia telah menggelar soft launching penjualan tiket pada Minggu (6/7) di kawasan Car Free Day Sarinah, Jakarta. Acara ini diramaikan oleh penampilan dari artis Star Koplo dan sesi senam Zumba Koplo yang membangkitkan antusiasme warga.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah tokoh penting seperti Aries Setiawan (RZU), Arya Prasetya (Friendly), serta komunitas kreatif Jackpot. Kementerian juga bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku industri kreatif berbasis intellectual property.

Wamen Koperasi dan UKM RI menegaskan bahwa UMKM adalah misi sosial sekaligus motor ekonomi.

“UMKM bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga perjuangan sosial. Di sinilah musik dan bisnis bertemu. Kopling adalah wajah baru ekonomi kerakyatan yang gembira dan inklusif,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *