SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Dunia musik Tanah Air kedatangan gebrakan baru dari sebuah grup perempuan yang tak biasa. Mengusung semangat girlband namun dengan roh musik metal yang eksplosif, Mantradhara hadir membawa warna baru yang segar dan eksentrik di kancah musik Indonesia.
Grup ini beranggotakan empat musisi perempuan: Hasyakyla Utami alias Caca (eks JKT48), Zashika Ijes, Gianna Putri, dan Tika Nistia. Meski datang dari latar belakang musik yang berbeda-beda, keempatnya menyatu dalam misi kreatif untuk memadukan sisi feminin dengan energi musik keras yang selama ini identik dengan laki-laki.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa perempuan juga bisa garang, bisa lantang, tanpa harus kehilangan sisi ekspresif dan artistik,” ungkap Caca, Jumat (13/6/2025).
Didukung oleh dua produser kawakan di skena musik cadas Indonesia, Avedis Mutter (Aftercoma, Strangers) dan Faisaltriant (ex-Danger Ranger, For Revenge), Mantradhara membentuk karakter musik yang unik. Mereka menggabungkan unsur modern rock, metal, pop, rap, J-pop, hingga chiptune 8-bit, menjadikan suara mereka sulit dikotakkan, namun mudah dikenali.
Single perdana mereka berjudul “Abyss” resmi dirilis dan langsung menyita perhatian. Lagu ini mengangkat kisah seorang perempuan yang berusaha keluar dari hubungan toxic penuh manipulasi dan luka. Dengan aransemen padat distorsi dan lirik berisi kemarahan serta kekecewaan, Abyss menjadi semacam perlawanan musikal sekaligus seruan pembebasan.
“Ada banyak perempuan di luar sana yang merasa terjebak dalam hubungan yang merusak. Lagu ini untuk mereka — untuk memberi kekuatan dan suara,” jelas Ijes, vokalis utama Mantradhara.
Meskipun musik mereka terdengar garang, Mantradhara juga menyelipkan elemen teatrikal dan jenaka dalam penampilan dan narasi lagunya, menjadikan mereka tidak hanya unik secara musikal, tetapi juga visual.
Kini, single Abyss dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital seperti Spotify dan Apple Music, sementara video liriknya telah tayang di kanal YouTube resmi Mantradhara.
Dengan karakter yang kuat, identitas musikal yang berani, dan misi untuk meruntuhkan stereotip gender di ranah musik keras, Mantradhara bukan sekadar girlband — mereka adalah bentuk perlawanan yang menyanyi dengan distorsi.






