SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu Mark Natama resmi merilis mini album (EP) terbarunya bertajuk “Bachelor of Romance”, yang menjadi karya paling personal dalam karier musiknya sejauh ini. Menariknya, perilisan EP ini sekaligus menjadi penanda bahwa Mark akan mengambil hiatus sementara dari dunia musik untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Dirilis pada awal Agustus 2025, “Bachelor of Romance” berisi enam lagu yang menggambarkan berbagai fase dalam perjalanan emosional dan pembelajaran tentang cinta. Seluruh materi ditulis sendiri oleh Mark, dengan dukungan sejumlah musisi seperti Beraldy Dean, Racka Fandiana, dan Rendy Pandugo, yang juga terlibat sebagai co-writer sekaligus produser dalam salah satu lagu.
“Meski banyak gagalnya, semua itu jadi pelajaran. Buat aku, cinta itu luas, bukan cuma ke pasangan, tapi juga ke teman, keluarga, dan orang-orang yang selalu hadir dan bantuin aku,” ungkap Mark dalam keterangannya. Ia menyebut EP ini sebagai rekaman kejujuran, tempat ia menumpahkan kerentanan dan sisi rapuhnya sebagai laki-laki yang sedang belajar memahami cinta.
Mark mengibaratkan EP ini sebagai “gelar” atau sarjana romansa, hasil dari proses panjang penuh kegagalan, pencarian arah, dan pengulangan layaknya perjalanan kuliah. Ia berharap karya ini bisa menjadi napas segar yang menunjukkan bahwa laki-laki pun memiliki ruang untuk bersikap rentan.
Lagu “Lupa” dipilih sebagai single utama yang membuka EP ini. Balutan R&B yang emosional membawa nuansa nostalgia dan rasa tersesat dalam kenangan lama. Di lagu ini, Mark merefleksikan usaha sia-sia untuk dicintai seseorang yang tak pernah membalas perasaannya—meski ia sadar, sulit baginya untuk melepaskan masa lalu.
Sementara itu, lagu “Would U Be Mine?” menjadi titik balik emosional dalam EP ini. Berkolaborasi dengan Rendy Pandugo, lagu ini menyuguhkan nuansa pop-R&B hangat yang terasa seperti ajakan lembut untuk memulai kembali. Lagu ini hadir sebagai simbol keberanian membuka hati meski penuh kerentanan.
Dua lagu tersebut menggambarkan dua sisi emosi yang kontras—antara sulitnya melepaskan dan keberanian untuk membuka diri menjadi benang merah dalam keseluruhan EP ini. Lagu-lagu lainnya turut memperkaya dinamika cerita cinta, mulai dari patah hati hingga kembali berharap.
Dengan “Bachelor of Romance”, Mark Natama menunjukkan pendewasaannya sebagai musisi sekaligus penulis lagu. EP ini merekam fragmen-fragmen yang relatable bagi siapa saja yang pernah jatuh cinta, tersakiti, dan perlahan berani untuk mencoba lagi.
Melalui karya ini, Mark tidak hanya merayakan pencapaiannya sebagai musisi, namun juga membuka lembaran baru dalam hidupnya. Keputusan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri menjadi bukti bahwa perjalanan tumbuh tidak hanya terjadi dalam musik, tetapi juga dalam kehidupan nyata. ***






