Michelle Ziudith: Jangan Panggil Mama Kafir Jadi Ruang Curhat Cinta Lintas Iman

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA  — Aktris Michelle Ziudith mengaku tak perlu bersusah payah mendalami peran Maria, tokoh utama dalam film drama keluarga terbaru Jangan Panggil Mama Kafir. Alasannya sederhana: kisah Maria yang harus memperjuangkan hak asuh anak lintas iman dirasakannya begitu dekat dengan pengalaman pribadi.

“Selama ini aku pacaran dengan pria berbeda agama, jadi aku enggak ada pendalaman karakter Maria. Rasanya malah seperti flashback,” ujar Michelle sambil tersenyum saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (17/9).

Film garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo ini berkisah tentang Maria (Michelle Ziudith), seorang perempuan Nasrani yang menikah dengan pria Muslim bernama Fafat (Giorgino Abraham). Dari pernikahan itu lahirlah seorang putri kecil, Laila (Humaira). Namun kebahagiaan singkat itu berakhir ketika Fafat meninggal dunia, meninggalkan Maria sebagai ibu tunggal. Konflik memuncak saat mertuanya, Umi Habibah (Elma Theana), menggugat hak asuh Laila. Drama mencapai klimaks ketika sang anak lantang berkata: “Jangan panggil Mama kafir.”

Menurut Dyan, film ini terinspirasi dari kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman. “Perjalanan emosional ini mengingatkan kita bahwa cinta tak mengenal batas perbedaan, ruang, dan waktu, meski pada akhirnya akan lebih utuh bila dijalani dalam satu keyakinan,” katanya.

Bagi Michelle, film ini lebih dari sekadar peran. Ia menyebutnya sebagai ruang untuk menyalurkan pergulatan pribadinya. “Film ini bisa jadi perpanjangan tanganku untuk menceritakan rasa yang selama ini aku jalani dan kesulitan-kesulitan ketika menjalani hubungan beda keyakinan. Kalau aku, jalani terus sampai mentok,” ujarnya terkekeh.

Giorgino Abraham, pemeran Fafat, menilai meski perannya singkat, karakter itu menjadi fondasi cerita. “Yang menarik buatku adalah bagaimana Fafat menunjukkan cinta tanpa paksaan dan menghargai perbedaan dengan toleransi tinggi. Bagiku, sebesar apa pun agama, cinta seorang ibu dan anak tetap berada di atas segalanya,” katanya.

Sementara itu, Elma Theana melihat Umi Habibah yang diperankannya sebagai representasi banyak orang tua. “Umi Habibah keras karena ingin melindungi. Saya yakin penonton akan melihat sisi manusiawinya, meski caranya berbeda,” ujarnya.

Selain Michelle, Giorgino, Humaira, dan Elma, film ini juga menampilkan Kaneishia Yusuf, Indra Birowo, Tj Ruth, Dira Sugandi, Ence Bagus, Emmie Lemu, Gilbert Patiruhu, Pratiwi Dwiarti, hingga Runny Rudiyanti. Kehadiran aktor lintas generasi ini menambah kedalaman konflik batin sekaligus memperkuat nilai keluarga yang diangkat.

Jangan Panggil Mama Kafir akan tayang serentak di bioskop mulai 16 Oktober 2025. Film ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-21 Maxima Pictures, yang berkolaborasi dengan Rocket Studio Entertainment menghadirkan drama keluarga sarat empati dan refleksi tentang perbedaan iman. Trailer resminya sudah dapat disaksikan di kanal YouTube MaximaChannel8, sementara informasi tiket segera tersedia lewat aplikasi pemesanan bioskop.**

 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *