Qya Ditra Ungkap Beratnya Perankan Pelaku di Film ‘Nia’: “Mental Saya Sempat Jatuh”

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Aktor QD Qya Ditra membeberkan proses panjang dan melelahkan saat memerankan karakter pelaku dalam film “Nia”, film yang mengangkat tragedi almarhumah Nia Kurnia Sari, remaja penjual gorengan asal Padang Pariaman. Qya memerankan tokoh fiksi Andri, karakter yang mewakili pelaku asli dengan alur yang 80 persen mengacu pada kasus nyata yang terjadi pada September 2024.

Sejak sesi casting, Qya mengaku sudah merasakan beban besar yang menunggu. Ia mengungkap tim produksi langsung menguji keberaniannya.
“Saya langsung ditanya, ‘Berani nggak turunin berat badan? Berani potong rambut? Berani gelapin kulit?’ Dari situ saya tahu peran ini bakal berat,” ujarnya.

Qya bahkan memutuskan mengambil langkah ekstrem sebelum keputusan casting keluar. “Saya belum diumumkan lolos, tapi saya udah potong rambut lebih dulu. Saya pikir kalau saya nggak mulai duluan, saya bisa kalah seleksi,” katanya. Keberanian itu disebut menjadi salah satu alasan sutradara Aditya Gumay memilihnya.

Dalami Karakter, Qya Pelajari Perilaku Pengguna Narkoba

Untuk memerankan Andri, Qya menjalani observasi mendalam terkait perilaku pengguna narkoba—unsur penting dalam karakter tersebut.
“Saya pelajari gerak tubuh mereka. Ada yang gelisah, ada yang keringetan, ada yang nggak bisa diam. Mereka cenderung paranoia, merasa selalu diawasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyambangi langsung lokasi kejadian perkara (TKP) di Padang Pariaman.
“Saya ingin lihat sendiri lingkungannya. Waktu pertama kali datang ke TKP, saya merinding. Ada beban moral yang berat,” tambahnya.

Adegan Kematian Nia Jadi Bagian Paling Berat

Qya menyebut adegan yang menggambarkan momen ketika Nia kehilangan nyawa adalah bagian tersulit sepanjang kariernya.
“Itu adegan paling berat bagi saya. Saya punya adik perempuan, jadi kebayang kalau itu terjadi ke keluarga sendiri. Saya sempat berhenti beberapa menit buat nenangin mental,” paparya.

Sebelum syuting dimulai, ia juga meminta izin langsung kepada ibu korban, Bu Eli.
“Saya bilang, ‘Bu, saya nggak ada niat buka luka lama.’ Saya jelasin bahwa film ini fokus menceritakan hidup Nia, bukan memuliakan pelaku. Nama tokoh pun kami ganti. Alhamdulillah beliau mengizinkan,” tuturnya.

Sempat Sulit Menonton Akting Sendiri

Saat menghadiri pemutaran awal film “Nia Kurniasari Gadis Gorengan” di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025), Qya mengaku emosinya campur aduk.
“Jujur, saya sempat nggak kuat nonton beberapa adegan. Walau ini film, prosesnya benar-benar menguras mental,” katanya.

Proses produksi film berlangsung di Bogor, Padang Pariaman, hingga New York, dengan dukungan Sanggar Ananda pada acara gala premiere.

Qya berharap film ini dapat membuka mata banyak orang.
“Semoga film ‘Nia’ jadi doa buat almarhumah Nia. Saya berharap penonton bisa lebih menjaga keluarga, terutama anak dan adik-adik kita,” ujarnya.

Film “Nia” dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Desember 2025. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *