Suara Muhammadiyah Gelar Literasi Tentang Pengelolaan Dana Haji

Suara Muhammadiyah Gelar Literasi Tentang Pengelolaan Dana Haji Affan Safani Adham

SINARPAGINEWS.COM, YOGYAKARTA - Kerjasama antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Suara Muhammadiyah (SM) diharapkan bisa menjadi wahana literasi tentang pengelolaan dana haji bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si, dalam tayangan video di depan peserta seminar "Ruang Dialog BPKH: Harmonisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia" di Ballroom SMTorium SM Tower & Convention Malioboro, Jl KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jum'at (17/5/2024).

Dalam dialog untuk membedah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dihadiri Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI Hilman Latief, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan, Anggota Badan Pelaksana BPKH Acep Riana Jayaprawira, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas, Siti Aisyah dari PP Aisyiyah dan Diska Arliena Hafni dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Diselenggarakannya kegiatan itu untuk melawan penyesatan opini dan diinformasi tentang dana haji, menambah wawasan dan pemahaman umat tentang sistem baru pengelolaan keuangan haji. Juga menambah kepercayaan publik tentang dana haji yang telah dikelola secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien.

Dalam dialog itu mendiskusikan tentang nilai lebih keuangan dan pelaksanaan haji era BPKH serta menutup celah gharar dan subhat keuangan haji era BPKH dan problem transparansinya.
Bagi Haedar, melalui forum tersebut masyarakat bisa memperoleh informasi, pengetahuan dan literasi tentang keuangan haji. "Merupakan wahana pengetahuan bagi masyarakat tentang pengelolaan dana haji," kata Haedar.

Disampaikan Haedar, sistem yang baik akan menjadikan dana haji dikelola secara akuntabel. "Dan dapat meningkatkan layanan haji semakin optimal," tandasnya.

Kepada BPKH, Ketua Umum PP Muhammadiyah memberi saran untuk menjalin sinergi dengan organisasi kemasyarakatan. "Supaya peningkatan literasi keuangan haji bisa lebih masif dan berdampak positif bagi peningkatan pengetahuan umat tentang dana haji," kata Haedar.

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, SE, MM, CIEP, AAAK, AAK, menjelaskan, perpindahan pengelolaan keuangan dana haji dari Dirjen PHU ke BPKH pada 2018 mencapai Rp 98 triliun. "Saat ini dana yang dikelola BPKH naik 50 persen dan ini jadi tantangan tersendiri bagi BPKH untuk terus berkomitmen jadi badan yang profesional," kata Fadlul Imansyah.

Target literasi informasi tentang pengelolaan dana haji bisa masif melalui Suara Muhammadiyah yang beroplah 50 ribu eksemplar tiap bulannya dan didukung media digital. "Muhammadiyah yang memiliki jaringan sampai ranting menjadi media dalam mendistribusikan literasi informasi pengelolaan dana haji," papar Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media Deni Asy'ari, MA, Dt Marajo.

Suara Muhammadiyah memiliki kepentingan untuk mensosialisasikan dinamika, wawasan seputar pengelolaan dana haji, didukung jaringan Persyarikatan Muhammadiyah melalui Amal Usaha Muhammadiyah dan struktur kepemimpinan. (Fan)

Editor: Red

Bagikan melalui:

Komentar