SINARPAGINEWS.COM, TANGGERANG — Roemah Koffie bersama Yayasan JHL Merah Putih Kasih meluncurkan Program Seribu Sarjana Pertanian sebagai langkah nyata mendukung regenerasi petani muda Indonesia. Program ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA) pada gelaran Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, Minggu (2/11).
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan kopi Indonesia, kolaborasi ini bertujuan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan akses pendidikan di bidang pertanian. Melalui kerja sama ini, mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu akan menerima beasiswa UKT per semester dan uang saku bulanan hingga lulus.
Dalam sambutannya, Jerry Hermawan Lo, Founder JHL Group sekaligus pendiri Yayasan JHL Merah Putih Kasih, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kami ingin membangun Indonesia dari akarnya, dari tanah dan generasi muda yang menanam harapan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui Program Seribu Sarjana Pertanian, pihaknya berharap dapat melahirkan petani-petani baru yang tidak hanya mampu menanam, tetapi juga memiliki nilai hidup, inovasi, dan cinta terhadap tanah air.
Sementara itu, program ini juga mendapat dukungan penuh dari Direktur Kuliner Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Andy Ruswar, Director of Culinary Kemenparekraf RI, menilai sinergi antara dunia pendidikan, pertanian, dan industri kreatif seperti ini menjadi contoh ideal bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat memperkuat posisi Indonesia, bukan hanya dari sisi rasa kopi, tetapi juga pengetahuan dan inovasi di baliknya,” jelasnya.
Selain pemerintah, dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Anantha, Direktur Inovasi, Hilirisasi, dan Kerja Sama Universitas Diponegoro, menyebut bahwa program ini akan memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa di bidang pertanian sekaligus membuka peluang penelitian terapan.
“Kolaborasi ini bukan hanya memberi beasiswa, tetapi juga menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Prof. Dr. Serta Bekti Retnawati, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNIKA Soegijapranata. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan semangat kampus dalam menumbuhkan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing global.
“Dengan dukungan dunia industri, kami yakin mahasiswa pertanian Indonesia dapat menjadi agen perubahan di masa depan,” ujarnya.
Tak hanya di sektor pendidikan tinggi, Roemah Koffie juga menaruh perhatian pada peningkatan literasi di daerah penghasil kopi. Dalam kesempatan yang sama, brand kopi premium ini menayangkan video dokumenter berjudul “Roemah Koffie CSR: Supporting Education in Coffee Origin”, yang merekam kegiatan sosial mereka di SMA Bhakti Karya Kolarang, Temanggung, Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, Roemah Koffie memberikan bantuan perangkat pembelajaran digital dan fasilitas belajar bagi para siswa sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan literasi di daerah hulu kopi. Dengan demikian, perusahaan tak hanya berfokus pada produksi kopi, tetapi juga pada pendidikan yang menopang keberlanjutan ekosistemnya.
Dalam wawancara terpisah, Felix TJ, CEO Roemah Koffie, menegaskan bahwa inisiatif pendidikan ini menjadi fondasi penting bagi masa depan kopi Indonesia.
“Roemah Koffie percaya bahwa setiap cangkir kopi yang kita nikmati hari ini dimulai dari pengetahuan dan tangan-tangan muda di ladang,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, melalui kolaborasi ini, Roemah Koffie ingin memastikan bahwa keberlanjutan kopi Indonesia dimulai dari pendidikan.
“Kami tidak hanya berbicara tentang rasa kopi, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan nilai hidup bisa membentuk masa depan yang lebih baik bagi petani muda,” tuturnya.
Selain itu, Felix juga menjelaskan bahwa Roemah Koffie secara konsisten menghidupkan semangat edukasi kopi melalui Roemah Koffie Academy, yang memberikan pelatihan bagi barista, roaster, dan komunitas pecinta kopi di berbagai daerah.
Di sisi lain, Roemah Koffie terus memperluas jangkauan bisnisnya melalui sejumlah flagship store di Carstensz Mall, BAIC Tower, Puri Indah Mall 2, dan PIK 2, serta meluncurkan lini produk baru seperti Koffie Capsule, Koffie Bean Bag 200g, dan Koffie Tins 500g pada ajang Jakarta Coffee Week 2025.
Dengan demikian, langkah Roemah Koffie dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih melalui Program Seribu Sarjana Pertanian bukan hanya memperkuat keberlanjutan kopi Indonesia, tetapi juga menanam harapan baru bagi generasi muda yang ingin kembali mencintai tanahnya sendiri.
Dari ladang kopi di Temanggung hingga kampus di Semarang, inisiatif ini menjadi bukti bahwa masa depan kopi Indonesia tak hanya diracik dari biji terbaik, melainkan juga dari pengetahuan dan kepedulian terhadap manusia di balik setiap cangkirnya.**






