SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Dua dekade setelah film Ada Apa Dengan Cinta? mengguncang layar lebar dan menjadi ikon remaja Indonesia, kini kisah Rangga dan Cinta kembali dihadirkan dalam format baru yang lebih segar, musikal, dan lintas generasi lewat film Rangga & Cinta.
Setelah melakukan world premiere di Busan International Film Festival 2025 dan mendapat sambutan hangat dari penonton internasional, film ini akhirnya siap tayang serentak di bioskop tanah air pada 2 Oktober 2025.
Diproduksi oleh Miles Films, Rangga & Cinta disutradarai oleh Riri Riza, diproduseri oleh Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Film ini merupakan adaptasi musikal dari kisah ikonik remaja tahun 2000-an Ada Apa Dengan Cinta?, dengan naskah yang ditulis ulang oleh Mira Lesmana dan Titien Wattimena.
Kisah Baru dari Dunia Lama

Berlatar di Jakarta tahun 2001, film ini mengikuti perjalanan Cinta (Leya Princy), siswi SMA populer dengan hidup yang tampak sempurna — sahabat setia, keluarga penyayang, dan status sosial yang membuatnya disegani di sekolah. Namun segalanya berubah ketika hadir Rangga (El Putra Sarira), sosok pendiam dan misterius yang lebih suka membaca buku di pojok perpustakaan ketimbang bergaul.
Dari rasa kesal, tumbuh rasa penasaran. Dari perbedaan, muncul benih perasaan. Hingga akhirnya Cinta dihadapkan pada dilema — mempertahankan persahabatan yang selama ini jadi sandarannya, atau mengikuti suara hati terhadap cinta pertamanya.
Nuansa awal 2000-an yang autentik — dari musik, gaya busana, hingga ekspresi remaja masa itu — dihidupkan kembali oleh Miles Films dengan sentuhan modern yang segar. Rangga & Cinta menghadirkan nostalgia masa SMA yang manis, sekaligus menawarkan refleksi tentang arti tumbuh dewasa, kesetiaan, dan keberanian mencintai.
“Bagi saya, Rangga & Cinta lebih dari sekadar kisah remaja,” ujar Sutradara Riri Riza, setelah acara press screening, Ssnin, (29/9).
Riri menqmbahkan, “Ini ruang untuk merayakan cinta dalam banyak bentuk — antara pasangan, sahabat, keluarga, bahkan cinta pada diri sendiri. Saya ingin setiap penonton menemukan potongan kisah mereka di dalamnya.”
Kolaborasi Lintas Generasi, Penuh Ketulusan
Bagi Mira Lesmana, sang produser, film ini bukan hanya proyek nostalgia, melainkan juga perayaan kolaborasi lintas generasi.
“Perjalanan membuat Rangga & Cinta sangat panjang dan mengharukan. Ratusan kru dan pemain memberikan dedikasi luar biasa. Setiap detail — dari cerita, visual, hingga musik — lahir dari kerja sama yang solid dan tulus. Kami ingin penonton merasakan energi itu di layar lebar,” ungkap Mira diselah-selah jumpa pers.
Film ini juga menjadi wadah regenerasi di industri film tanah air. Sebagian besar Head of Department (HOD) berasal dari generasi muda, membawa perspektif baru tanpa kehilangan jiwa klasik cerita aslinya.
Bagi Riri, ini menjadi pengalaman menggembirakan sekaligus menantang.
“Bekerja dengan talenta muda membuat kami banyak belajar. Energi mereka segar, cara pandangnya jujur. Itulah yang membuat film ini punya napas baru,” katanya.
Musik Lama, Rasa Baru
Salah satu elemen paling menonjol dalam film ini adalah musik. Lagu-lagu legendaris karya Melly Goeslaw dan Anto Hoed, yang dulu menjadi soundtrack generasi 2000-an, kini dihadirkan kembali dalam format musikal dengan aransemen baru.
“Ini tantangan besar karena lagu-lagunya sudah ikonik,” ujar Anto Hoed.
Anto Hoed menuturkan, “Kami harus menjaga nuansa nostalgia tapi juga memberi napas baru. Beberapa lagu direkam langsung di lokasi syuting agar terasa hidup dan emosional.”
Menurut Anto, teknologi baru memungkinkan para aktor bernyanyi live di lokasi menggunakan sistem monitoring modern. “Bahkan dalam adegan pertengkaran pun, beberapa vokal tetap live — agar penonton bisa merasakan getaran emosinya,” tambahnya.
Proses Casting yang Ketat dan Emosional
Proses menemukan pemeran Rangga dan Cinta generasi baru bukan perkara mudah. Riri Riza mengungkapkan bahwa tim melakukan casting hingga empat kali demi menemukan kombinasi karakter yang pas.
“Kami mencari ensemble yang punya dinamika alami. Karena Cinta bukan hanya tentang cinta romantis, tapi juga bagian dari persahabatan. Kami bahkan membuat semacam puzzle foto untuk mencari formasi paling cocok antar-karakter,” tutur Riri.
Bagi El Putra Sarira, memerankan Rangga adalah pengalaman yang penuh tantangan.
“Saya belum pernah main teater atau musikal sebelumnya. Di sini kami harus bisa akting, bernyanyi, dan menari. Semuanya butuh latihan intens,” ujar El.
Sementara Leya Princy, pemeran Cinta, mengaku adegan paling berat justru bukan yang penuh air mata, melainkan saat harus menahan perasaan.
“Adegan saat Cinta dan Rangga salah paham itu paling sulit. Rasanya sedih, tapi dia harus kuat karena memilih sahabatnya,” ucap Leya.
Energi Muda, Nostalgia Lama

Sebagai produser sekaligus pemeran asli Rangga, Nicholas Saputra menyebut film ini sebagai jembatan antara generasi lama dan baru.
“Film ini kami buat agar bisa dirasakan semua generasi. Semoga membangkitkan energi muda sekaligus nostalgia masa SMA di hati penonton,” ujarnya.
Merayakan 30 Tahun Miles Films
Rilisnya Rangga & Cinta juga bagian dari perayaan 30 tahun Miles Films — rumah produksi independen yang telah menorehkan sejarah lewat film-film seperti Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, Ada Apa Dengan Cinta?, dan Athirah.
“Selama tiga dekade, kami mencoba tetap relevan, terus mendengar suara generasi muda,” kata Riri.
“Film ini adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada penonton yang tumbuh bersama Miles Films.”
Tayang Serentak 2 Oktober 2025
Film Ada Apa Dengan Cinta? The Musical siap mengajak penonton bernostalgia sambil menikmati energi baru dari para talenta muda. Melalui kolaborasi lintas generasi, karya ini tak hanya menghadirkan kembali kisah cinta legendaris Rangga dan Cinta, tetapi juga menandai babak baru perjalanan Miles Films di dunia sinema Indonesia.
Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025 mengundang penonton dari berbagai generasi untuk kembali merasakan hangatnya cinta pertama, persahabatan, dan arti keberanian dalam mengambil keputusan.
“Kami berharap film ini bisa dinikmati semua kalangan — mereka yang tumbuh bersama Rangga dan Cinta, maupun generasi baru yang mengenal kisah ini untuk pertama kalinya,” tutup Riri Riza penuh haru.***






