Tribute to 2D Siap Digelar, Deddy Dhukun Gandeng Musisi Lintas Generasi Bawakan Aransemen Baru

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Musisi senior Deddy Dhukun bakal kembali menghidupkan lagu-lagu legendaris ciptaannya bersama mendiang Dian Pramana Poetra lewat konser Tribute to 2D. Menggandeng musisi lintas generasi, konser ini akan menyajikan lagu-lagu hits 2D dengan balutan aransemen baru tanpa menghilangkan karakter musik yang selama ini melekat di hati penikmatnya.

Konser hasil kolaborasi DEHENG HOUSE dan DMC Production itu akan digelar pada 26 Agustus 2026 di deCONCERT Room, DEHENG HOUSE, Kemang, Jakarta Selatan.

Selain Deddy Dhukun, konser juga akan dimeriahkan Sandhy Sondoro, Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, Hezky Joe bersama Wijaya 80, serta Pesona Tiga Suara yang diperkuat Deka Dhukun, Delta Dhukun, dan Gani Pramana Poetra.

Deddy Dhukun mengatakan konser ini menjadi bukti bahwa karya-karya 2D masih terus hidup dan dicintai masyarakat meski telah puluhan tahun berlalu.

“2D bersama teman-teman musisi saat itu ikut mengubah warna musik Indonesia. Alhamdulillah karya-karya kami diterima masyarakat Indonesia dan sampai sekarang masih dibawakan oleh banyak penyanyi,” ujar Deddy dalam konferensi pers di DEHENG HOUSE, Senin (20/7/2026).

Menurut Deddy, dirinya tak berpikir panjang saat menerima tawaran menggelar konser penghormatan tersebut.

“Mereka menawarkan saya untuk membuat konser ini dan saya terima dengan senang hati. Mudah-mudahan acara ini diterima masyarakat Indonesia dan berjalan lancar,” katanya.

Tak hanya menghadirkan lagu-lagu populer, konser ini juga akan membawakan sejumlah karya dari album terakhir 2D yang belum banyak diperdengarkan kepada publik.

“Ada lagu-lagu dari album terakhir kami sebelum Dian meninggal dunia. Nanti akan dibawakan oleh para musisi yang tampil di konser ini,” ungkap Deddy.

Menariknya, para musisi diberi kebebasan mengaransemen ulang lagu-lagu tersebut sesuai karakter mereka masing-masing.

“Saya memberikan kebebasan kepada mereka untuk berkreasi. Yang penting esensi dan karakter lagunya tetap terjaga,” tutur Deddy.

Penyanyi Sandhy Sondoro mengaku tertantang membawakan lagu-lagu karya Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra.

“Lagu-lagu 2D punya karakter yang kuat. Kami ingin menghadirkan warna baru, tetapi tetap menjaga ruh lagu aslinya. Itu bentuk penghormatan kami kepada karya-karya beliau,” ujar Sandhy.

Sementara itu, personel Wijaya 80 menyebut tantangan terbesar justru datang karena harus tampil di hadapan pencipta lagu.

“Tantangannya tentu membawakan lagu di depan pencipta lagunya. Ada rasa deg-degan, tetapi kami bangga bisa menjadi bagian dari konser ini karena lagu-lagu 2D menginspirasi kami dalam bermusik,” katanya.

Direktur DEHENG HOUSE, Amelia Ananda Abadi, mengatakan konser tersebut berawal dari obrolan sederhana bersama Deddy Dhukun.

“Awalnya hanya obrolan keluarga dengan Om Deddy. Kami ingin membuat konser sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya beliau dan almarhum Dian Pramana Poetra. Dari situlah akhirnya lahir Tribute to 2D,” ujar Amelia.

Menurut Amelia, DEHENG HOUSE sejak awal memang dibangun sebagai ruang kreatif bagi para musisi Indonesia.

“Kami ingin terus konsisten mendukung musisi Indonesia. Karena itu kami menyediakan ruang pertunjukan dengan fasilitas yang memadai agar musisi punya tempat untuk berkarya dan tampil,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep intimate concert dipilih agar penonton dapat menikmati pertunjukan lebih dekat dengan para musisi.

“Kapasitasnya sekitar 350 sampai 400 penonton. Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat sehingga interaksi antara musisi dan penonton terasa lebih dekat,” katanya.

Konser Tribute to 2D akan dimulai pukul 19.30 WIB. Tiket tersedia dalam tiga kategori, yakni Silver Rp500 ribu, Gold Rp1 juta, dan Platinum Rp1,5 juta. Tiket dapat dibeli melalui detiket.com maupun secara langsung di lokasi selama kuota masih tersedia.

Mengusung tema “Karya yang Hidup, Persahabatan yang Dikenang, Warisan yang Diteruskan”, konser ini diharapkan menjadi ruang bagi penikmat musik lintas generasi untuk kembali menikmati karya-karya Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra dalam kemasan yang lebih segar tanpa kehilangan identitas musik aslinya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *