Kopi Kalosi Enrekang Jaga Reputasi Dunia Lewat Indikasi Geografis, Ekspor Terus Meningkat

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA –Kabut pagi masih menyelimuti lereng Pegunungan Latimojong ketika para petani memanen buah kopi merah yang telah matang sempurna. Dari dataran tinggi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, lahir Kopi Kalosi atau Kopi Arabika Enrekang yang telah lama dikenal sebagai salah satu kopi premium Indonesia dengan cita rasa khas perpaduan cokelat, rempah, dan buah-buahan.

Karakter rasa tersebut terbentuk dari kombinasi tanah pegunungan yang subur, iklim yang sejuk, serta keterampilan petani dalam membudidayakan dan mengolah kopi secara turun-temurun. Tak heran jika Kopi Kalosi Enrekang telah menjadi komoditas unggulan yang dikenal hingga pasar internasional sejak ratusan tahun silam.

Namun, perjalanan kopi asal Enrekang tidak selalu berjalan mulus. Sebelum memperoleh sertifikat Indikasi Geografis pada 2013, nama besar Kopi Kalosi sempat tercoreng akibat maraknya praktik pencampuran kopi dari luar daerah yang dipasarkan menggunakan nama Kalosi. Praktik tersebut menurunkan kepercayaan pasar sekaligus merugikan petani yang selama ini menjaga mutu hasil panennya.

Pembina Masyarakat Perlindungan Kopi Enrekang (MPKE), Sutarjo Barrang, mengatakan sertifikat Indikasi Geografis menjadi titik balik dalam menjaga keaslian sekaligus reputasi Kopi Arabika Enrekang.

“Sebelum adanya indikasi geografis, praktik pencampuran kopi dari luar daerah dengan Kopi Kalosi cukup marak sehingga merusak reputasi kopi Enrekang. Setelah adanya MPKE dan sertifikat indikasi geografis, praktik tersebut sudah tidak ditemukan lagi. Sekarang masyarakat semakin sadar bahwa menjaga keaslian kopi berarti menjaga nilai ekonomi dan nama baik daerah,” kata Sutarjo saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Sutarjo, dampak perlindungan tersebut mulai dirasakan para petani. Saat ini terdapat enam kecamatan sentra produksi kopi di Enrekang yang masing-masing menghasilkan karakter cita rasa berbeda. Seluruh kopi dipasarkan sebagai single origin sesuai daerah asalnya tanpa dicampur dengan kopi dari wilayah lain sehingga identitas setiap kawasan tetap terjaga.

Ia menyebut salah satu koperasi binaan MPKE bahkan telah mengekspor sekitar enam ton kopi ke Korea. Selain itu, semakin banyak pembeli yang datang langsung ke kebun untuk memperoleh kopi berkualitas dari tangan petani.

Keberhasilan tersebut didukung pendampingan berkelanjutan yang dilakukan MPKE bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Mulai dari proses budidaya, panen, hingga pascapanen dilakukan sesuai standar Indikasi Geografis agar kualitas setiap biji kopi tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi. Sutarjo berharap semakin banyak investor membeli kopi langsung dari petani tanpa menghilangkan identitas asal produknya.

“Harapan kami, siapa pun yang membeli kopi dari Enrekang tetap menjualnya dengan identitas Kopi Kalosi atau Kopi Arabika Enrekang. Dengan begitu, nama daerah kita semakin dikenal dan manfaat ekonominya juga kembali kepada para petani,” ujarnya.

Semangat menjaga identitas produk berbasis daerah juga menjadi perhatian Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Melalui perlindungan Indikasi Geografis, produk unggulan Indonesia memperoleh kepastian hukum sekaligus daya saing yang lebih kuat di pasar global.

Tim Pengawas Indikasi Geografis DJKI, Idris, mengatakan Kopi Enrekang merupakan aset kekayaan intelektual yang harus dijaga bersama agar manfaat ekonominya dapat terus dinikmati masyarakat.

“Kopi Enrekang merupakan aset kekayaan intelektual yang harus kita jaga bersama. Saya mengajak para petani, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk terus menjaga kualitas, mematuhi standar indikasi geografis, serta segera mendaftarkan merek bagi produk olahannya. Dengan begitu, nilai tambah kopi Enrekang akan semakin meningkat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Idris.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *