SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Aktris Febby Rastanty kembali bersiap menaklukkan ajang lari jarak jauh. Pada Agustus 2026 mendatang, ia dijadwalkan mengikuti Sydney Marathon yang menjadi maraton ketujuh sepanjang perjalanan olahraga larinya.
Dalam ajang tersebut, Febby akan turun di nomor full marathon dengan jarak tempuh 42 kilometer. Meski sudah beberapa kali mengikuti lomba serupa, ia mengaku tetap menjalani persiapan secara serius melalui program latihan yang disusun pelatih.
“Sydney Marathon, Agustus, full marathon 42 kilometer,” kata Febby saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/5/2026).
Bagi Febby, lari bukan hanya aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga ini juga mengajarkannya tentang disiplin, manajemen waktu, dan komitmen terhadap target yang telah ditetapkan.
Perempuan berusia 30 tahun itu mengatakan program latihan marathon mengharuskannya menjaga pola hidup yang lebih teratur. Ia harus menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan waktu latihan, termasuk memastikan waktu istirahat tetap terpenuhi.
“Pelajaran paling berharga adalah mengatur waktu dan komitmen sama apa yang sudah dimulai. Kalau sudah masuk program marathon, harus dijalani sampai selesai,” ujarnya.
Menurut Febby, salah satu alasan ia jatuh cinta pada olahraga lari adalah fleksibilitasnya. Berbeda dengan olahraga lain yang membutuhkan pasangan bermain atau pemesanan lapangan, lari bisa dilakukan kapan saja sesuai waktu luang yang tersedia.
Dengan jadwal syuting yang kerap berubah-ubah, lari menjadi pilihan olahraga yang paling mudah dijalankan secara konsisten. Ia dapat berlari di berbagai lokasi selama membawa perlengkapan yang diperlukan.
“Di mana pun aku syuting, di gunung, sawah, pantai, selama bawa sepatu dan baju lari, aku bisa lari kapan saja,” katanya.
Selain fleksibel, Febby juga menjadikan lari sebagai sarana menikmati waktu untuk diri sendiri. Ia biasanya berlari sambil mendengarkan musik atau podcast sebagai cara untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan.
“Biasanya aku lari sendiri sambil dengar lagu atau podcast. Itu memang healing buat aku,” ujarnya.
Dalam proses persiapan menuju Sydney Marathon 2026, tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya latihan fisik. Ia mengaku harus menjaga konsistensi dalam mengatur waktu tidur agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalani program latihan.
“Kalau besok pagi harus lari, berarti malamnya tidak bisa tidur terlalu larut. Harus komit dengan jadwal latihan,” katanya.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi kendala tersendiri. Febby lebih memilih berlari pada pagi hari untuk menghindari suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi yang kerap terjadi di Jakarta.
Dari berbagai ajang yang pernah diikutinya, Tokyo Marathon menjadi pengalaman yang paling membekas. Ia menyebut lomba tersebut sebagai titik balik yang membuatnya semakin mencintai olahraga lari.
Menurut Febby, rasa puas setelah berhasil menyelesaikan lomba mengalahkan rasa lelah yang dirasakan tubuh. Pengalaman itu pula yang membuatnya terus tertarik mengikuti berbagai marathon berikutnya.
“Tokyo Marathon itu turning point buat aku. Setelah finis, meskipun badan sakit, rasa puas dan bahagianya besar sekali karena berhasil mencapai target,” tuturnya.
Menjelang lomba di Sydney, Febby tidak hanya fokus pada latihan fisik dan nutrisi. Ia juga mempersiapkan mental karena menurutnya marathon merupakan olahraga yang sangat menguji daya tahan psikologis seorang pelari.
“Marathon itu bukan cuma soal fisik, tapi juga mental game. Saat sudah masuk kilometer 30, kadang rasanya ingin berhenti. Di situ mental sangat menentukan,” katanya.
Setelah hampir tiga tahun menekuni olahraga lari, Febby merasakan banyak perubahan positif dalam hidupnya. Selain tubuh yang lebih bugar, ia mengaku menjadi pribadi yang lebih disiplin dan konsisten dalam menjalani berbagai aktivitas.
Meski pernah mengalami cedera saat bermain padel, hingga kini ia belum pernah mengalami cedera serius akibat berlari. Karena itu, ia optimistis dapat menyelesaikan Sydney Marathon 2026 sekaligus menambah pengalaman baru dalam perjalanan kariernya sebagai pelari amatir. **






