Festival Film Horor Edisi Kedua Dorong Inovasi Genre, Janur Ireng Borong Nini Suny Award

SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Festival Film Horor (FFH) edisi ke-2 kembali digelar pada Januari 2026. Festival bulanan ini tak hanya memberikan penghargaan Nini Suny Award kepada insan perfilman horor Indonesia, tetapi juga menjadi ruang diskusi publik untuk mendorong peningkatan mutu film nasional, khususnya genre horor.

FFH edisi Januari 2026 dibuka dengan diskusi publik bertema “Tren Film Horor 2026” yang berlangsung di Pictum Coffee & Kitchen, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.

Diskusi menghadirkan Direktur Film Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Syaifullah Agam, dosen Psikologi Universitas Indonesia sekaligus artis senior Nini L. Karim, mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta Arya Pramasaputra, serta dua sutradara film horor Ivan Bandhito dan Bayu Pamungkas.

Para pembicara sepakat, film horor Indonesia harus terus berinovasi dan tidak terjebak pada pola cerita yang berulang. Film horor dinilai perlu menghormati penonton dengan menghadirkan cerita yang kuat dan membekas, bukan sekadar mengandalkan kejutan sesaat.

“Film horor harus berkembang dan punya tren. Kalau tidak, perfilman Indonesia bisa kembali suram seperti sebelum 2004,” ujar salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Syaifullah Agam memaparkan, sepanjang 2021–2023 film nasional bergenre horor dan komedi menjadi penyumbang penonton terbesar di bioskop. Total penonton mencapai lebih dari 128 juta orang, dengan rata-rata satu judul film ditonton sekitar 450 ribu penonton.

Menurut Syaifullah, film horor sempat menjadi lokomotif perfilman nasional. Namun belakangan, jumlah penontonnya mulai menunjukkan tren penurunan.

“Kalau tidak ada terobosan, film horor bisa bernasib sama seperti film-film bertema Islami yang sempat ditinggalkan penonton,” kata Syaifullah.

Sementara itu, Nini L. Karim menyebut istilah film mistik lebih tepat dibanding film horor. Ia menilai, film bergenre ini harus tetap menggunakan akal sehat serta mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik penonton.

“Penonton rela membayar untuk ditakut-takuti, tapi ceritanya harus masuk akal dan bisa diterima hati,” ujar Nini.

Pada malam puncak FFH Januari 2026, dewan juri menetapkan Janur Ireng sebagai Film Terpilih. Film tersebut juga mendominasi sejumlah kategori penghargaan.

Daftar Pemenang Nini Suny Award FFH Januari 2026:

  • Film Terpilih: Janur Ireng
  • Aktor Terpilih: Tora Sudiro (Janur Ireng)
  • Sutradara Terpilih: Kimo Stamboel (Janur Ireng)
  • Aktris Terpilih: Wavi Zihan (Qorin 2)
  • DOP/Kameraman Terpilih: Enggar Budiono (Dusun Mayit)

FFH juga memberikan penghargaan khusus kepada Epy Kusnandar atas dedikasi dan pengabdiannya di dunia perfilman Indonesia.

Penyelenggara FFH menilai, dengan inovasi berkelanjutan dan kualitas cerita yang kuat, tren film horor Indonesia pada 2026 masih memiliki prospek cerah sebagai penggerak utama perfilman nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *