SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA — Film horor-romantis Indonesia–Korea berjudul Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengangkat horor urban Korea Selatan yang berangkat dari kisah nyata. Film debut produksi Heart Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026.
Dalam trailer yang telah dirilis, Tolong Saya menampilkan potongan adegan teror psikologis dengan latar sejumlah lokasi ikonik di Korea Selatan. Nuansa mencekam berpadu dengan konflik emosional tokoh utama, Tania, seorang mahasiswi Indonesia yang mengalami rangkaian kejadian supranatural selama menempuh studi di negeri ginseng.
“Bangga dan senang sekali rasanya. Setelah lebih dari setahun proses produksi yang dilakukan di Korea Selatan, akhirnya hari ini kami bisa memperlihatkan trailer dan poster film,” kata Herty Purba selaku Executive Producer saat acara perilisan film di CGV Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026.
Berangkat dari Pengalaman Nyata
Film Tolong Saya ditulis berdasarkan pengalaman nyata yang dialami anak penulis naskah Nucke Rachma ketika menempuh pendidikan di Korea Selatan. Sejumlah kejadian yang dialami sang anak dicatat dan kemudian dikembangkan menjadi cerita horor urban lintas negara, dengan sentuhan drama romantis.
“Awalnya dari kegelisahan saya sebagai orang tua. Anak saya mengalami beberapa kejadian yang membuat kami saling mencatat dan berdiskusi. Dari situ muncul gagasan membuat film horor yang berbeda, berlatar Korea dan dipadukan dengan roman,” ujar Nucke. Ia menegaskan cerita film ini based on true story.
Cerita tersebut kemudian dikembangkan bersama Herty Purba, Executive Producer, melalui riset terkait mitologi horor Korea dan perbedaan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.
Horor Urban dan Isu Kekerasan terhadap Perempuan
Tolong Saya tidak semata mengandalkan efek kejut. Film ini juga mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan melalui kisah arwah penasaran yang menuntut keadilan.
Cerita berfokus pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi Indonesia di Korea Selatan, yang hidupnya berubah setelah mengalami teror dan kerasukanarwah Min Young (Kim Seo Young), korban kekerasan seksual yang meninggal secara misterius. Arwah tersebut meminta Tania menjadi perantara untuk mengungkap kematian yang menimpanya.
Dalam proses itu, Tania dibantu Park Min Jae (Kim Geba) dan sahabatnya Sherly (Aruma Khodijah). Konflik semakin rumit ketika muncul Dion (Brian), teman lama sekaligus cinta pertama Tania, yang berubah menjadi sosok obsesif.
Produksi Lintas Negara
Sebagian proses syuting dilakukan langsung di Korea Selatan dengan dukungan berbagai institusi setempat. Menurut tim produksi, akses lokasi publik seperti kampus, rumah sakit, dan ruang terbuka menjadi salah satu keunggulan film ini.
Selain menghadirkan latar dua negara, film ini juga memadukan dialog lintas bahasa. Salah satu adegan yang menjadi sorotan adalah ketika karakter Tania kerasukan dan melontarkan dialog emosional dalam bahasa Korea yang jarang muncul dalam film horor Indonesia.
Debut Heart Pictures
Executive Producer Herty Purba mengatakan keputusan memproduksi film layar lebar diambil di tengah lesunya industri televisi dan meningkatnya konsumsi hiburan digital. Genre horor dipilih karena masih memiliki basis penonton kuat, baik di Indonesia maupun Korea Selatan.
“Genre horor masih sangat diminati. Tapi kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan memadukan horor dan drama romantis ala Korea,” ujar Herty.
Film Tolong Saya disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, serta dibintangi oleh Zaskia Catujik, Kim Seo Young, Kim Giba, Aruma Khodijah, dan Brian.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026.






