SINARPAGINEWS.COM, JAKARTA – Penyanyi dan penulis lagu Idgitaf menghadirkan konsep panggung inklusif saat tampil di KLBB Festival 2026 yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Penampilannya tak sekadar menyuguhkan deretan lagu populer, tetapi juga kolaborasi bersama komunitas Teman Tuli melalui pertunjukan seni tari kontemporer dan bahasa isyarat.
Sejak awal pertunjukan, Idgitaf menegaskan komitmennya agar musik dapat diakses semua kalangan. Ia mengajak komunitas Teman Tuli naik ke atas panggung untuk menghadirkan interpretasi visual dari lagu-lagunya. Gerakan tari dan bahasa isyarat yang dibawakan berpadu dengan aransemen musik, menciptakan pengalaman pertunjukan yang tidak hanya dapat didengar, tetapi juga dilihat dan dirasakan.
Beberapa karya terbaru seperti “Rutinitas” dan “Sedia Aku Sebelum Hujan” menjadi sorotan dalam kolaborasi tersebut. Saat lirik-lirik reflektif dilantunkan, para penampil dari komunitas Teman Tuli menerjemahkannya melalui gerak tubuh yang ekspresif. Penampilan ini menjadi salah satu momen langka hadirnya seni pertunjukan dari Teman Tuli di panggung festival musik berskala besar.
“Di hari itu ada hati yang berbicara, jiwa yang mendengar, dan telinga yang bergema. Buatku, musik selalu lebih luas dari sekadar suara,” kata Idgitaf dalam keterangan tertulis yang diterima. Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, musik merupakan hak dasar setiap manusia. “Musik adalah hak manusia paling dasar, bukan privilege untuk segelintir orang. Konser seharusnya nyaman untuk semua orang. Kalau belum bisa kita lakukan itu, berarti kita belum benar-benar inklusif,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut dinilai bukan sekadar gimmick panggung, melainkan bagian dari upaya mendorong aksesibilitas dan representasi dalam industri konser musik Indonesia. Kehadiran komunitas Teman Tuli di panggung festival menjadi simbol penting bahwa ruang kreatif dapat dibuka lebih luas bagi kelompok difabel.
Idgitaf menyebut langkah ini sebagai bagian dari proses panjang membangun ekosistem musik yang ramah bagi semua. “Ini bagian dari usaha-usaha kecil tentang bertahan dan terus berproses, meski hujan tak kunjung reda,” tuturnya.
Melalui panggung KLBB Festival 2026, Idgitaf kembali menegaskan bahwa musik tidak berhenti pada bunyi. Musik, menurut dia, hidup dalam getaran, visual, dan rasa—membuka ruang pengalaman bersama tanpa batas pendengaran.
Kata kunci (SEO): Idgitaf KLBB Festival 2026, Idgitaf panggung inklusif, komunitas Teman Tuli, konser inklusif Indonesia, seni tari kontemporer festival musik, aksesibilitas konser musik.






