Kandang Ayam Petelur Milik Mulyo Aji di Desa Sukahurip Cijambe Subang Dipastikan Berizin

Waryana Suhendi, SH,Kolonel Suharto, Letnan Jenderal Mulyo Aji, Abdi, Brigadir Jenderal Heru Trianto

SINARPAGINEWS.COM, KAB.SUBANG – Kandang ayam petelur milik Mulyo Aji di Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat berkapasitas 11.500 ekor ayam dipastikan sudah mengantongi surut izin operasional sejak tahun 2022 silam.

Disampaikan Kuasa Hukum Mulyo Aji, Muhammad Waryana Suhendi, SH kepada sinarpaginews.com Kamis, (24/4/2025) menjelaskan kandang ayam petelur milik kliennya tidak berizin atau ilegal sebagaimana tersebar luas di media massa dan media sosial  adalah hoaks atau bohong.

“Pak Mulyo Aji mendirikan CV. Indah Mulyo Mandiri untuk menaungi usaha kandang ayam petelurnya. Kandang ayam petelur tersebut mengantongi izin operasional sejak tahun 2022,” ucapnya.

Sebenarnya kandang ayam petelur yang didirikan Mulyo Aji berkapasitas 11.500 ekor ayam, bukan 30 ribu ekor ayam. “Kandang ayam petelur pak Mulyo Aji kapasitasnya kecil, hanya 11.500 ekor ayam,” ucap Kang Yana, sapaannya.

Perizinan tersebut dipertanyakan Baim dan Hadi. Mereka datang tanggal 8 April 2025, saat Mulyo Aji belum sampai ke kandang, tanpa permisi langsung mengintimidasi beberapa karyawan yang ada di lokasi.

Mereka mengintimidasi beberapa karyawan Mulyo Aji dengan dalih peternakan berdiri tanpa izin, akan dipolice line. “Karyawan tahu kalau kandang sudah berizin, makanya mengontak kami,” ucap Kang Yana.

Hadi sempat memvideo kandang ayam petelur Mulyo Aji, termasuk kandang ayam milik dua putri Mulyo Aji, Kartika Wahardani dan Ayu Pradnya Amalia tanpa izin dari Mulyo Aji berikut dua putrinya. Mereka lalu pergi.

Pihaknya pun sudah menghubungi Baim untuk menjelaskan terkait perizinan kandang ayam petelur tersebut. Setelah dijelaskan bahwa izin lengkap, besoknya atau 9 April 2025, Baim dan Hadi datang lagi ke kadang.

Mereka bertemu dengan Mulyo Aji. Mereka sempat ditanya surat tugas, dari dinas mana yang mengirim sampai dengan keperluan apa datang, tapi tidak dijawab dengan jelas, bahkan jawaban jauh dari model jurnalis.

“Klien kami sudah menjelaskan kandang ayam petelurnya sudah berizin sambil menyuruh mereka melihat papan CV yang dipasang di pinggir jalan,” ucap pria menjabat Ketua DPC LAKI Kabupaten Subang tersebut.

Meski Mulyo Aji sudah menjelaskan kepada Baim dan Hadi, Hadi masih bersikap tidak baik dan tidak sopan bicara di depan Mulyo Aji cenderung arogan dan malah bercerita tentang peristiwa kekerasan terjadi di sebuah kandang ayam yang terletak di Tanjungsiang.

Seolah-olah Hadi mencoba membuat cerita yang akan membuat lawan bicara menjadi was-was dan merasa khawatir akan terjadi peristiwa pidana seperti di Tanjungsiang.

Kliennya selanjutnya tanya kenapa mereka mengintimidasi karyawan, mereka menjawab tidak sesuai dengan yang mereka lakukan hari sebelumnya. Di sini para karyawan emosi, sehingga terjadi hal tidak diharapkan.

Akibat kejadian tersebut, lima karyawan kandang ayam petelur harus berurusan dengan pihak kepolisian, sehingga Mulyo Aji pun mengalami kerugian sangat besar, baik secara materil maupun immateril.

Mulyo Aji akhirnya melaporkan Hadi dan Ibrohim alias Baim kepada Polres Subang atas dugaan pencemaran nama baik, pemberitaan hoax dan fitnah, masuk pekarangan tanpa ijin, masuk safety area kandang tanpa ijin potensi membahayakan keselamatan ternak, intimidasi dan pengancaman mau mempoliceline kandang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *