Ir. H. Asep Ruslan

Muhasabah di Akhir Tahun 1445 Hijriah

Muhasabah di Akhir Tahun 1445 Hijriah Asep Ruslan Ir. H. Asep Ruslan Iman/Khotib Shalat Jumat di Masjid Al Hasan Raya Perumahan Bumi Panyileukan Blok G1 No.12 Kel. Cipadung Kidul Kec. Panyileukan Kota Bandung (Foto: Suardi)

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS Al-Hasyr ayat 18).

SINARPAGINEWS.COM, KOTA BANDUNG - Menjelang pergantian tahun 1445 Hijriah, melalui khutbah Jumat khatib Ustad Ir. H. Asep Ruslan di Masjid Al Hasan Raya Perumahan Bumi Panyileukan Blok G1 No.12 Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, mengajak umat Islam melakukan muhasabah atau introspeksi diri selama setahun ke belakang. Agar dapat memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Hal-hal yang baik setahun lalu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah yang jatuh Minggu, 7 Juli 2024.

Ir. H. Asep Ruslan Bersama Pengurus DKM Masjid Al Hasan Raya Perumahan Bumi Panyileukan Blok G1 No.12 Kel. Cipadung Kidul Kec. Panyileukan Kota Bandung (Foto: Suardi)

Naskah khutbah Jumat ini berjudul: “Muhasabah di Akhir Tahun 1445 Hijriah”. Semoga umat Islam menyadari akan kesalahan yang pernah diperbuat dan memotivasi untuk melakukan hal-hal baik di tahun yang akan datang. Semoga bermanfaat.

Innal hamda lillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wanastaghfiruh, wanastahdiihi wana'uudzu billlaahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a'maalinaa, mayyahdihillaahu falaa mudillalah, wa manyudlil falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Allaahumma sholli wa sallim wabarik 'alaa sayyidina muhammadin wa'ala aalihi washohbihi wamanihtada bihudaahu ila yaumil qiyaamah. Ammaa ba'du. 

Artinya: Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya serta memohon ampunan-Nya dan memohon petunjuk dari-Nya, dan kami berlindung kepada Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan-Nya, kami mohon ampun kepada-Nya, kami memohon petunjuk kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan dari keburukan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, berkahilah dan berkahi junjungan kami Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mari kita selalu bersukur kepada Allah swt. atas semua pemberian nikmat-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, utusan Allah sebagai rahmat bagi alam semesta, memberikan petunjuk dan contoh teladan dalam segala aspek kehidupan. Semoga kita semua diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Amin ya rabbal alamin.

Selaku khatib mengajak kepada diri sendiri dan semua jamaah, untuk senatiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan mematuhi semua kewajiban dan larangan-Nya. Patuh pada ajaran Islam merupakan cerminan dari hati setiap orang yang beriman, karena keimanan tidak hanya sebatas dalam hati, namun juga harus tercipta menjadi tindakan nyata yang bisa memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain.

Alhamdulillah dengan rahmat dan kasih sayang Allah dan merujuk kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia, tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah jatuh pada Minggu, 7 Juli 2024 Masehi. Sebagai umat Islam, kita haruslah bersyukur dengan cara meningkatkan ketakwan kita kepada Allah Swt, lebih giat beribadah dan beramal saleh.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Menjelang pergantian tahun ini, melalui khutbah Jumat khatib mengajak kita semua untuk melakukan Muhasabah atau Introspeksi diri selama setahun ke belakang. Dengan muhasabah diri, semoga kita dapat memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Hal-hal baik setahun lalu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun baru ini.

Marilah kita perbaharui taubat kita, mengoreksi diri kita masing-masing, seberapa banyak kesalahan yang kita perbuat, seberapa besar perbuatan zalim kepada diri sendiri? Sudahkah kita memperbaikinya, beristighfar keharibaan Ilahi Rabbi? Akankah kita bisa memperbaikinya di tahun mendatang? Karena bukan seorang Mukmin yang sempurna jika hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, apalagi sampai mengalami penurunan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kita perbaiki apa yang masih kurang pada diri kita, dan kita tingkatkan apa yang baik. Sebab bagaimanapun, diri kita sendirilah yang lebih mengetahuinya. Segala macam kesalahan yang diperbuat tidak akan bisa ditutupi, karena manusia itu sendiri yang akan menjadi saksi atas perbuatannya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Qiyamah ayat 14 dan 15:

Balil-ingsaanu 'alaa nafsihii bashiiroh. walau alqoo ma'aaziiroh.

Artinya: “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dari sini, sebelum kita dihisab oleh Allah nanti di hari kiamat, kita teliti diri kita masing-masing. Di sana (ketika amal kita dihisab pada hari kiamat) semua perbuatan kita terbeberkan secara jelas. Dan diri kitalah yang akan menjadi saksi atas semua itu.

Tangan, kaki, mulut dan seluruh anggota badan kita akan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan.

Allah berfirman dalam QS an-Nur ayat 24: 

Yauma tasy-hadu 'alaihim alsinatuhum, wa aidiihim wa arjuluhum bimaa kaanuu ya'maluun

Artinya: “Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pada dasarnya manusia mendapatkan perintah untuk muhasabah, mengoreksi dan meneliti pribadinya setiap saat. Sebab barang siapa meneliti pribadinya sendiri, menghitung amalnya di dunia. Niscaya perhitungan amalnya akan mudah di akhirat. Dan manusia yang bertaqwa adalah mereka yang beramal untuk masa depan yang abadi, yaitu kebahagiaan hakiki di akhirat kelak, yang mendapatkan ridla dari Allah Swt.

Sebaliknya, orang yang durhaka ialah mereka yang hanya selalu menuruti hawa nafsunya, akan tetapi dia mengharapkan kenikmatan dan anugerah di kemudian hari. Betapa nistanya orang tersebut, mengharap buah dari apa yang tidak ia tanam. Ketakwaan seorang hamba tidak akan sempurna sampai ia mau bermuhasabah terhadap pribadinya sendiri.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Muhasabah bukan berarti ‘ujub, bukan menganggap diri paling benar. Sebab yang merasa pribadinya benar, walaupun ia benar, maka ia lebih jelek dari orang yang salah, namun ia merasa pribadinya salah. Yang tak habis pikir orang yang salah tapi merasa benar.

Oleh karena itu, kita haruslah menanam benih-benih kebaikan agar nantinya kita bisa menuai dan memetik buahnya. Muhasabah adalah sebuah anjuran dan perintah yang harus kita jalani sebagaimana firman Allah dalam QS al-Hasyr ayat 18:

Yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha waltangzhur nafsum maa qoddamat lighod, wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr [59]: 18).

Secara tersirat ayat tersebut merupakan anjuran muhasabah terhadap amal yang telah kita lakukan. Dari sini sahabat Umar bin Khattab RA berkata: “Hitunglah amalmu sendiri sebelum kalian dihisab (di hari kiamat), dan timbanglah (amal) kalian sebelum (amal) kalian ditimbang (di hari kiamat). Dan pada hari kiamat hisab akan ringan hanya atas orang yang pada saat di dunia dia menghitung amalnya.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Akhir taun ini adalah momen yang tepat untuk mengkoreksi segala aktivitas kita, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Namun yang terpenting adalah kehidupan masa depan kita, yaitu kehidupan kekal di akhirat yang mendapatkan ridha dari Allah SWT. Marilah kita ayunkan langkah kita untuk menggapai cita-cita dan meraih segala impian kita.

Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim, wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum, wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.

Ir. H. Asep Ruslan, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin & Pembina Pesantren Rahmat Lil Alamin.

Kontributor: Suardi

Editor: Asep Ruslan

Bagikan melalui:

Komentar