“Petak Umpet Dimensi”, Film Petualangan Anak Sarat Edukasi yang Angkat Pesona Alam Sukabumi ke Layar Lebar

SINARPAGINEWS.COM, SUKABUMI – Berawal dari permainan tradisional yang lekat dengan masa kecil, “Petak Umpet Dimensi” hadir sebagai film petualangan anak yang memadukan unsur edukasi, komedi, fantasi, dan ketegangan. Tak hanya menghadirkan hiburan keluarga, film ini juga mengusung pesan moral tentang kejujuran, kepedulian, kebersamaan, serta pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak.

Film produksi terbaru tersebut resmi memulai proses produksinya melalui prosesi syukuran yang digelar di Wisma Panineungan, Jalan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan itu tidak hanya menjadi penanda dimulainya syuting, tetapi juga diisi dengan pemberian santunan kepada 27 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dari tim produksi.

Sutradara Rian Ve. mengatakan, Petak Umpet Dimensi lahir dari kenangan masa kecil saat bermain petak umpet bersama teman-teman di lingkungan kampung. Menurutnya, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak kini mulai tergeser oleh penggunaan gawai.

“Film ini bukan hanya menyuguhkan petualangan, tetapi juga membawa nilai-nilai yang dapat menjadi pembelajaran bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujarnya. 26 Juni 2026.

Rian menjelaskan, cerita film mengikuti perjalanan sekelompok anak yang bermain petak umpet hingga tersesat di hutan. Dalam perjalanan tersebut mereka menghadapi berbagai tantangan dan bertemu para pelaku kejahatan. Melalui alur cerita itu, film turut mengangkat isu perdagangan organ sebagai bentuk edukasi agar orang tua semakin waspada dalam menjaga anak-anak mereka.

“Dari situ muncul keinginan membuat film anak yang mengangkat kejujuran dan kebersamaan. Ceritanya tentang sekelompok anak yang bermain petak umpet, tersesat di hutan, lalu menghadapi berbagai tantangan hingga bertemu pelaku kejahatan. Kami juga mengangkat isu perdagangan organ sebagai bentuk edukasi agar orang tua lebih waspada menjaga anak-anak mereka,” jelasnya.

Proses produksi tahap pertama dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 27 Juni hingga 2 Juli 2026, yang dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Sukabumi, yakni Cinumpang, Lebak Siuh, dan kawasan wisata Situ Gunung. Keindahan alam di tiga lokasi tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan potensi wisata Sukabumi kepada masyarakat luas melalui layar lebar.

Sementara itu, produser Aji Fauzi, putra asli Sukabumi, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya perfilman dari daerah kelahirannya. Menurutnya, Sukabumi memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk menjadi lokasi syuting berbagai genre film.

“Saya ingin membangun industri film di Sukabumi. Daerah ini memiliki potensi luar biasa, mulai dari hutan, gua, pantai, hingga lokasi wisata yang sangat layak menjadi latar film. Selain itu, banyak talenta lokal yang bisa diberdayakan dalam industri perfilman,” katanya.

Aji menilai film anak berkualitas masih sangat sedikit di Indonesia. Karena itu, Petak Umpet Dimensi dirancang sebagai tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan komersial sehingga mampu menjangkau lebih banyak penonton.

Dalam proses pemilihan pemain, Aji menegaskan seluruh aktor dipilih melalui proses casting berdasarkan kesesuaian karakter, bukan semata-mata karena popularitas.

“Kami memilih aktor yang benar-benar sesuai dengan karakter dalam skenario. Nama besar memang penting, tetapi yang lebih utama adalah kemampuan mereka menghidupkan tokoh dalam cerita,” ujarnya.

Film ini melibatkan sekitar 27 aktor profesional, di antaranya Aden Bajaj, Yurike Prastika, Lucky Moniaga, Sania Velova, serta sejumlah pemain lainnya yang akan menghidupkan kisah petualangan penuh makna tersebut.

Melalui “Petak Umpet Dimensi”, para pembuat film berharap dapat menghadirkan tontonan keluarga yang berkualitas sekaligus menjadi media edukasi bagi anak-anak Indonesia. Di saat yang sama, film ini juga diharapkan mampu mengangkat pesona alam Sukabumi sebagai salah satu destinasi perfilman nasional yang memiliki panorama alam lengkap dan layak menjadi lokasi produksi film berskala nasional.

Jurnalis: Iyan Sopyan

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *