Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jawa Barat, Dorong Swasembada Pangan

SINARPAGINEWS.COM, CIANJUR — Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri menanam bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan.

Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Cianjur. Petani di kawasan Cianjur Utara dilibatkan dalam program tersebut untuk meningkatkan produksi bawang putih sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam budidaya komoditas pangan strategis.

Kegiatan penanaman bawang putih itu merupakan bagian dari rangkaian program Polri yang meliputi penanaman, panen raya, dan pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Namun, sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Polri berupaya mengambil peran dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan dan kemandirian pangan.

“Ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia,” kata Dedi dalam kegiatan penanaman bawang putih, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Dedi, program pengembangan bawang putih telah dimulai Polri sejak 2025 melalui kerja sama dengan kelompok tani. Hingga 2026, luas lahan yang dikelola dalam kerja sama tersebut mencapai 948 hektare dengan hasil panen basah sebanyak 9.480 ton.

Program itu melibatkan 14 kepolisian daerah dan 59 kepolisian resor. Adapun luas lahan yang ditanam mencapai 279,53 hektare dengan estimasi produksi sekitar 2.795,4 ton.

Salah satu lokasi utama kegiatan berada di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Di sana, Polri menanam bawang putih di lahan seluas 120 hektare dan menggelar panen raya dari lahan seluas 105 hektare.

Polri juga melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan. Fasilitas itu akan digunakan untuk menyimpan dan menjemur bawang putih agar kualitas hasil panen tetap terjaga serta pasokan lebih stabil.

Penanaman Bawang Putih di Jawa Barat

Di Jawa Barat, penanaman bawang putih dilakukan secara serentak di lahan seluas 44,58 hektare. Potensi hasil panen dari lahan tersebut diperkirakan mencapai 445,8 ton.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Pipit Rismanto mengatakan pengembangan bawang putih di wilayahnya masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia, ketersediaan bibit, dan pasokan air.

Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Polri membentuk tim riset kolaboratif yang terdiri atas 25 orang. Tim tersebut melibatkan Bakomsus Pertanian, personel Polri, kelompok tani, mahasiswa, dan ahli pertanian.

Tim akan melakukan penelitian mengenai karakteristik lahan, pemilihan bibit, serta pola budidaya bawang putih. Hasil riset kemudian akan diterapkan dan ditransfer kepada kelompok tani serta mitra pertanian di Jawa Barat.

“Tim ini akan mempelajari bibit, karakteristik lahan, dan pola budidaya yang hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jawa Barat,” kata Pipit.

Persoalan bibit juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Polri mendapat dukungan satu ton bibit bawang putih dari PTPN dan tambahan melalui swadaya.

Ke depan, kerja sama dengan dinas pertanian dan sejumlah mitra strategis akan diperkuat. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan green house pembibitan untuk meningkatkan ketersediaan bibit secara berkelanjutan.

Adapun persoalan air, terutama ketika musim kemarau, akan diatasi melalui pembangunan jaringan pipanisasi dan sarana pengairan di sejumlah lokasi budidaya.

Pipit berharap pembangunan sarana pendukung tersebut dapat membuat budidaya bawang putih berjalan secara berkelanjutan.

Program penanaman bawang putih ini diharapkan meningkatkan produksi dalam negeri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor. Polri menilai peningkatan produksi komoditas tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya swasembada bawang putih dan memperkuat ketahanan pangan nasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *