JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, menyoroti persoalan keterampilan dan kreativitas anak muda di Ibu Kota. Ia menilai, kemampuan lulusan sekolah dalam menghadapi persaingan dunia kerja perlu menjadi perhatian serius pemerintah.
Sorotan tersebut disampaikan Josephine saat rapat kerja bersama jajaran eksekutif. Menurutnya, pendidikan perlu membekali generasi muda dengan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Mau bekerja di perusahaan pun mereka sudah tidak mampu. Kenapa? Karena keahlian sekolahnya sudah tidak ada,” ujar Josephine.
Ia mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berfokus pada program rutin. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu memperkuat pembinaan agar anak muda memiliki keterampilan, kreativitas, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan.
Josephine juga menyoroti orientasi sebagian generasi muda yang dinilainya belum cukup diarahkan pada kontribusi untuk pembangunan Indonesia.
“Anak muda sekarang yang kadang membuat saya tersenyum miris dalam hati tidak punya inovasi tentang apa yang mau mereka capai. Orientasi mereka malah ke luar negeri, mereka tidak pernah membayangkan tentang Indonesia, seperti apa masa depan Indonesia, dan bagaimana seharusnya kita membangun negeri ini,” katanya.
Menurut Josephine, generasi muda perlu didorong agar memiliki visi masa depan yang jelas. Selain mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, mereka juga diharapkan mampu menciptakan peluang dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
Pemprov DKI Diminta Perkuat Kreativitas Pemuda
Josephine menegaskan, program kepemudaan harus memberikan manfaat nyata bagi pengembangan potensi anak muda. Ia mengingatkan agar pembinaan tidak hanya berputar pada kegiatan olahraga, tetapi juga mencakup pengembangan kreativitas dan inovasi.
“Jangan cuma bicara tentang olahraga terus-menerus, tetapi bagaimana membangun anak muda ini agar bisa kreatif ke depan dalam menghadapi tantangan hidup,” tegasnya.
Menurutnya, anak muda Jakarta membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan, baik melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, maupun kegiatan kreatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki bekal menghadapi persaingan kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Evaluasi
Persoalan pembinaan generasi muda juga menjadi relevan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. Peringatan ini mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan menentukan masa depan bangsa.
Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui peningkatan kualitas diri, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi Jakarta, pembangunan generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Kritik Josephine menjadi pengingat bahwa pembinaan pemuda perlu diarahkan pada peningkatan kompetensi, kemandirian, dan kreativitas. Dengan dukungan program yang tepat, anak muda diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.**






